Kamis, 16 Maret 2017

Intranet

Nama : Fajarasih Luthfia Martha
Kelas : IX-H / 245
URL : fajarasihlm9h.blogspot.com

[Sumber : Wikipedia]

Intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya. Kadang-kadang, istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan. Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah jaringan haruslah memiliki beberapa komponen yang membangun Internet, yakni protokol Internet (Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTPPOP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan.

Umumnya, sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah "versi pribadi dari jaringan Internet", atau sebagai sebuah versi dari Internet yang dimiliki oleh sebuah organisasi. PenggunaanIntranet mulai diperkenalkan pada tahun 1995 oleh beberapa penjual produk jaringan yang mengacu kepada kebutuhan informasi dalam bentuk web di dalam perusahaan. Intranet merupakan jaringan komputer dalam perusahaan yang menggunakan komunikasi data standar seperti dalam internet. Artinya, semua fasilitas intranet dapat digunakan untuk kebutuhan dalam suatu organisasi atau komunitas. Saat ini perangkat elektronik pintar sudah merambah di seluruh aspek kehidupan contohnya di kantor, sekolah, rumah. Beberapa sekolah sudah menerapkan teknologi intranet. Seluruh komputer terhubung dengan satu jaringan lokal. Intranet sebagai pendatang baru mengandalkan biaya yang murah, fleksibilitas, open standard, dan banyaknya vendor yang bergabung dalam menigkatkan kemampuan intranet serta jaminan perkembangan teknologi yang makin meningkat kemampuannya.[1]

Intranet digunakan untuk membantu alat dan aplikasi, misalnya kolaborasi dalam kerja sama (untuk memfasilitasi bekerja dalam kelompok dan telekonferensi) atau direktori perusahaan yang sudah canggih, penjualan dan alat manajemen hubungan dengan pelanggan, manajemen proyek dll, untuk memajukan produktivitas.

Intranet juga digunakan sebagai budaya perusahaan perubahan platform. Sebagai contoh, sejumlah besar karyawan membahas isu-isu kunci dalam aplikasi forum intranet dapat menyebabkan ide-ide baru dalam manajemen, produktivitas, kualitas, dan isu-isu perusahaan lainnya.

Dalam intranet yang besar, lalu lintas situs web seringkali sama dengan lalu lintas situs Web publik dan dapat dipahami dengan lebih baik dengan menggunakan software web metrik untuk melacak aktivitas secara keseluruhan. Survei pengguna juga meningkatkan efektivitas situs intranet. Bisnis yang lebih besar memungkinkan pengguna dalam intranet mereka untuk mengakses internet publik melalui server firewall. Mereka memiliki kemampuan menangani pesan yang datang dan pergi serta menjaga keamanan yang utuh.

Ketika bagian dari intranet diakses oleh pelanggan dan lainnya di luar bisnis, menjadi bagian dari sebuah extranet. Bisnis dapat mengirim pesan pribadi melalui jaringan publik, menggunakan enkripsi khusus / dekripsi dan perlindungan keamanan lainnya untuk menghubungkan satu bagian dari intranet mereka yang lain.

Pengguna intranet yang berpengalaman, editorial, dan tim teknologi bekerja sama untuk menghasilkan website. Paling umum, intranet dikelola oleh departemen komunikasi, HR atau CIO organisasi besar, atau kombinasinya. KelebihanKebutuhan intranet didorong oleh beberapa tekanan teknologi yaitu :·         Intranet menjadi alat bantu untuk meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan produk industri
·         Intranet lebih meningkatkan tanggapan terhadap keluhan dan kebutuhan pelanggannya.
·         Intranet mampu menurunkan biaya atas kebutuhan informasi kolaborasi, workflow, dan enterprise connectivity.
·         Intranet mendapat banyak keuntungan karena adanya dukungan world wide web yang memungkinkan penggunaan yang luas karena digunakan masyarakat luas yang menggunakan internet. Caranya adalah dengan membuat website. Intranet menjadi tren saat ini karena kefleksibelan webnya yang mudah digunakan
 Manfaat penggunaan intranet untuk sekolah:
·         Membantu dalam membuat pengajaran, pembelajaran di sekolah lebih mudah
·         Membantu dalam mengembangkan kurikulum yang akan mempersiapkan siswa untuk masa depan
·         Memberikan siswa lebih banyak informasi untuk menambahkan kurikulum pengajaran
·         Membantu dalam mengidentifikasi informasi yang diperlukan dan berkualitas tanpa membuang-buang banyak waktu
·         Membantu dalam mengidentifikasi kebijakan yang relevan dan praktik profesional perpustakaan di negara-negara maju di tingkat sekolah
 

Rabu, 01 Maret 2017

Tips Pidato

Mungkin bagi beberapa dari kita, pidato itu gak penting, cuman omong kosong. Tapi, lihat, semua orang-orang besar dapat mengubah dunia dengan; kata-kata (biasanya tersusun dalam pidato). Pidato juga melatih kecakapan dalam berkomunikasi.

Berikut Tips Pidato ala Gue :

(Meski pidato gue juga belum bagus banget. Belum sekeren dan sememikat hati Alm. Bapak Soekarno.)

* Cari inspirasi dan tema yang baik. Kita bukan hanya membuat pidato saja, tetapi kita juga buat diri sendiri seakan terikat dengan pidato tersebut.

* Tulis dan rangkai, kalau bisa benar-benar pakai seluruh emosi dan perasaan.

* Latihan, percaya bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Untuk pidato, biar suara lantang dan lebih menggelegar, latihan pidato di tempat yang ada aliran air yang deras. Berlomba-lomba menunjukkan suara mana yang keras. Bisa di pinggir kolam, sungai, atau laut, berasa hebat dan puas banget ketika suara kita mengungguli suara derasnya air.

* Tatapan mata, buat mata yang memikat atensi para pendengar. Sesuai dengan karakter diri kita.

*  Gestur dan ekspresi, berlatih menampilkan gerakan yang baik. Karena dua hal tersebut benar-benar mempengaruhi agar pidato tidak membosankan.

* Penampilan, diusahakan berwibawa. Katakan pada diri sendiri : akulah yang terhebat! Semua perhatian harus kudapatkan! Aku adalah Matahari yang harus menjadi pusat dan bintang yang paling bersinar!

* Totalitas, keluarkan semua kemampuan dan karakter yang kuat. Contohnya : gue gak bisa pidato yang bermellow-ria, kalau pun sepuluh orang memberi tahu bahwa pidato gue lebih baik dibuat selow, dan selama seminggu berlatih, semua akan hangus karena pada dasarnya, gue udah punya ikatan tersendiri bersama si pidato yang jadi melekat dalam karakter dan emosi. Pada akhirnya karakter gue mengaum seperti singa yang menunjukkan kuasanya.

Yap, semoga bermanfaat!

Kamis, 23 Februari 2017

Pinocchio

Hai, mau share, kebetulan untuk ujian praktek conversation materinya drama bahasa Inggris. Saya menelusuri berbagai artikel tetapi yang ngepas cuman dari kakakpintar.com ada beberapa bagian yang dimodifikasi, menyesuaikan anggota kelompok saya. :)

Characters:

1. Narrator : Luthfi
2. Mr. Geppetto : Ahmad/Fahmi
3. Pinokio : Ahmad/Fahmi
4. Fairy : Rista
5. Giovani : Aurel
6. Carlo : Luvita
7. Fox : Merry
8. Cat : Anggi

Once upon a time, in a small village lived an old carpenter named Mr. Geppetto. He was a carpenter who really wanted a child to accompanied him in his life. Finnaly, he could make a live puppet from a strange wood given by his friend.

Geppetto : I will make you my son. I am so happy that I can have a son now.

Pinocchio : ouch . . . It’s really hurt. Do it slowly old man.

Geppetto : I’m your father, I’m making you now. Be polite to your father.

Pinocchio : I’m sorry.

Geppetto : I’m finish now. I will call you Pinocchio. I hope you can be a good boy.

Mr. Geppetto fells so happy that he can have a son. He teach Pinocchio to walk, speak, and all the human do in their live. When Pinocchio see the other kids go to school, he ask Mr. Geppetto to make him going to school.

Pinocchio : Father, I want to go to school.

Geppetto : I believe it is the best for you, but I don’t have enough money to make you learn in the school.

Pinocchio : But, I really want to study. I will learn how to write, count, and read to help you in your old age.

Geppetto : I know son. Wait here, I will go out for a moment.

Mr. Geppeto go out with his coat, but when he comes back Geppetto does not bring his coat.

Geppetto : You will go to the school son. This is your book.

Pinocchio : yes. . .but father, where is your coat?

Geppetto : I sold it, it makes me too warm.

Pinocchio : You do it for me father. Thank you. (Hug his father)

The next day, Pinocchio goes to school. In the way to school, he sees a puppet show and want to get inside to watch the show. Because he has no money, he sells his book to buy the ticket.

Giovani : What is your name boy?

Pinocchio : Pinocchio. My name is Pinocchio.

Giovani : Come with me, Let’s go to the stage.

Suddenly, Giovani make him as the show. Pinocchio is happy with the show. When the show ends, Giovani sit and cook meat. He wants to make Pinocchio as the firewood.

Giovani : Come here, Pinocchio. I need a good firewood to cook my meat.

Pinocchio : Help me, father. I don’t want to die

Giovani : you have a father?

Pinocchio : yes, but I don’t know who is my mother.

Giovani : I will look so bad if I kill you. Here is some coins for you and a coat for your father. Tell him I’m sorry.

Pinocchio : Thank you very much.

Giovani : Go now, or I will change my mind. Now I have to eat half cook meat.

Pinocchio runs away from the camp where the puppet show located. On the way home, Pinocchio sees a fox and a cat. They trick Pinocchio to bury his coins in order to get more money.

On that way, Cat and Fox see the situation. And they are greet with friendly.

Fox & Cat : Good afternoon pinocchio!

Pinocchio : Good Afternoon!

Cat : If your gold was increased, surely your father will happy?!

Pinocchio : How do i add this gold money?

Fox : Easy, you can put it under the magic chair. Then, you just sit there, and go to sleep.

Cat : So, when you wake up, you will see much money under the chair.

Fox : much gold money will filling your pocket!

Then , Pinocchio escort by the Fox and Cat, invested under the magical chair. When Pinocchio begin to take a nap, Fox and Cat take the gold money and tie Pinocchio on the chair with a string.

Pinocchio cries. A fairy hears him and help him.

Fairy : What are you doing there? Are you tricked by the fox bandit?

Pinocchio : No, I just lost them from my pocket.

Fairy : You tell a lie. I know it because your nose will stretch as you lie.

Pinocchio : I’m sorry.

Fairy : Don’t tell a lie. Be honest young boy.

Pinocchio tells the truth and the fairy help him to go home. Pinocchio tells Mr. Geppetto the stories and his father forgive him. Pinocchio promises that he will go to school and study well tomorrow. In the next day, Pinocchio meets his friend Carlo.

Carlo : Hei Pinocchio, I hear that there is a toyland. We can play all day there.

Pinocchio : Do such a place really exist?

Carlo : Yes, a wagon will bring me there this evening. Would you like to go with me?

Pinocchio : Of course. I will go with you.

In the evening, Carlo and Pinocchio go to the toyland.

Pinocchio : This is really exist.

Carlo : I was right, wasn’t I?

Pinocchio : Yes Carlo, Thank to you. I’m very happy here.

Pinocchio plays in the toyland till the next day. When he awakes, he surprised to see that he has tail and all of his body changes into a donkey. The owner of the toyland sell Carlo to a farmer and Pinocchio is sold to a show owner to learn every trick. Unfortunately, Pinocchio can’t learn the tricks and his owner decide to throw him into the sea. In the depth of the sea.

Pinocchio : What I have done, I broke my promise and now I will die. I’m sorry father.

Suddenly, Pinocchio swallowed by a whale. When he wakes in the womb of the whale he heard a voice.

Geppetto : Help. . . Help . . . Is there anybody can help me?

Pinocchio : Father . .is that you father? (Scream)

Geppetto : Is that you Pinocchio? is it you my son? I have searched you anywhere in the island and I can’t find you. Then I make a boat to search you in the sea and this whale swallow me and broke the boat.

Pinocchio : I’m sorry father, I broke my promise and make you in danger.

Geppetto : Well. I think we should get out of this whale right now.

They make a torch and burn the whale stomach. It make the whale in pain so they can run from the whale.

Pinocchio : We are out now father. Let’s go to the shore.

Geppetto : I can move son, I’m too tired.

Pinocchio : Hold me father. I will bring you home.

Pinocchio uses all his life to bring Mr. Geppetto to the shore and bring him to their home. When Mr. Geppetto and Pinocchio sleep, the fairy come to Pinocchio dream. In his dream, the fairy changes Pinocchio to the human. In the next morning, Pinocchio runs to the mirror.

Pinocchio : I’m a real human. The dream is true.

The fairy comes.

Fairy : When a bad boy can be a good boy. Their looks can change too.

Geppetto : Thank you fairy.

Pinocchio : Thank you fairy. I will try to be a good boy.

Fairy : I hope so.

Then, that is Pinocchio changes into a real boy and life with his father.

THE END

Semoga bermanfaat

Rabu, 11 Januari 2017

PULANG

Ditulis oleh : Fajarasih Luthfia Martha

  Derap langkah kakinya memecah keheningan yang mencekam. Menelusuri lorong sempit, kotor juga gelap. Seragam kecokelatannya sudah lusuh dan berlapis lumpur. Namun, semangat seorang Arkan tak pernah sedikit pun luntur. Meski maut seakan menghadang tepat diadapannya, ia tak gentar. Ia abaikan ketakutan yang menerjang. Dalam kegelapan lisan, ia hidupkan dengan dzikir. Tak henti-henti ia berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

  Sampai di ujung lorong, sebuah titik cahaya terlihat. Tetapi hal yang Arkan temui selanjutnya sudah pasti akan membuat siapapun bergidik ngeri. Tidak bagi Arkan, pria itu lantas menutup kelopak matanya, sembari berdoa dalam hati agar ruh dari jasad bergelimpangan itu diterima di sisi Tuhan. Selanjutnya, Arkan belum membuka kelopak mata. Ia menajamkan kesemua panca indera.

  Bunyi pelatuk yang ditekan, disusul dengan suara yang memekakan. Bau mesiu pun tak lama tercium. Beruntung, Arkan tak mendapat luka tembak. Pria itu berhasil menghindar. Barulah, Arkan membuka kelopak matanya. Menampilkan sepasang iris hitam bak jelaga. Mengintimidasi siapapun yang berhadapan dengannya. Ia temukan seorang pria dengan luka sayatan di dahi. Wajah orientalnya sudah termakan usia. Seringai yang pria itu sunggingkan membuat Arkan bergejolak. Ia langsung melirik lewat ekor matanya, salah seorang teman seperjuangannya tumbang.

  Tangan Arkan makin mengepal. Giginya saling beradu. Batas amarahnya sudah memuncak. Arkan kini tak peduli, apa yang akan terjadi kedepannya. Yanto, teman terakhirnya baru saja ditembak mati. Kini terisa hanya ia seorang diri. Mau tak mau, Arkan harus maju, cukup sudah ia menghindar dan hanya bersembunyi.

  Badan kekarnya bergetar, dengan gesit, Arkan mengangkat senapannya. Di seberang sana, si pria paruh baya masih diam dan tak melakukan pergerakan yang berarti. Arkan memfokuskan titik bidikannya, lalu menghela napas untuk menenangkan dirinya sebelum menarik pelatuk pelan-pelan.

  Peluru dari senapannya itu berhasil melesat dengan cepat, mengenai tepat pada dada kiri si pria paruh baya. Namun pria tersebut menampilkan senyum yang Arkan tak tahu apa artinya. Pria berwajah orang Jepang itu akhirnya tumbang. Hanya Arkan yang saat ini masih setia berdiri. Kakinya mundur sedikit, namun belum sempat dia mengambil langkah, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Arkan pun menunduk, mendapati sebuah belati menancap pada pahanya. Darah segar sudah merembes lewat kain seragamnya.  Dada Arkan makin terasa sesak. Mata jelaganya berkunang-kunang tak karuan. Napasnya mulai tersendat.  Menilik reaksi tak biasa pada tubuhnya, Arkan bisa menangkap kalau belati itu bukan benda biasa. Pastilah sudah ada racun yang terlumur pada belati itu. Arkan meringis, antara menahan sakit yang menikam raganya dan mengutuk diri sendiri. Betapa bodohnya ia! Bahkan belati sebesar dua jarinya pun tak dapat ia lihat.

  Di saat genting seperti itu, sebuah suara yang menggugah panggilan jiwa terdengar merdu. Meski sudah lemah seperti ambang batas, Arkan merogoh kantong celananya. Mencari sebuah kompas peninggalan sang kekasih. Mencari-cari di mana arah barat berada.

  Ketika sudah menemukan arah barat itu, Arkan duduk di atas tanah, bibirnya yang bergetar mengucap Basmillah. Ia gerakan tangannya yang mulai hilang tenaga, menepuk tanah kelahirannya yang suci. Lalu meniupnya, baru mengusap-usapkan pada tangan. Kemudian ia kembali menepuk-nepuk tanah tempatnya tumbuh dewasa, meniup perlahan, dan mengusapkan pada wajah.

  Tubuh Arkan yang semula hendak berdiri, ambruk lagi. Tak habis pilihan, Arkan mendudukkan diri di atas tanah. Lalu bertakbir dan memulai takbiratul ikram. Bibirnya yang mulai membiru tak henti melafalkan doa-doa dalam shalatnya. Hingga tiba saat dahinya mencium tanah, tiba-tiba tubuh Arkan menegang, dan tak ada pergerakan lagi setelahnya.

  Seketika itu, hujan mengguyur tempat dimana Arkan melaksanakan sujud. Seakan menjemput Arkan kembali pada pangkuan sang Khaliq. Menjadi saksi bisu atas perjuangan yang takkan pernah usai. Demi bangsa, negeri, saudara-saudari, dan keluarga. Serta merta demi penegakan keadilan untuk bumi pertiwi yang ia cintai.

 “—dan kini ia telah tumbang, selepas berperang. Saatnya pulang, setelah sekian lama berpetualang. Seluruh juang, akan selalu terkenang.”

***